SMA Pembangunan Laboratorium UNP

SMA Negeri 1 Sungayang

Latest Post

    Sungayang, 4 Mei 2026 — Hari yang dinantikan telah tiba. Berdasarkan hasil rapat kelulusan dewan guru SMAN 1 Sungayang, dengan ini kami secara resmi mengumumkan status kelulusan bagi seluruh siswa-siswi Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026.

Masa sekolah adalah perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan, tawa, dan perjuangan. Hari ini merupakan gerbang awal bagi kalian untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu pendidikan tinggi, dunia kerja, maupun pengabdian lainnya di tengah masyarakat

"Untuk Anak-anakku sekalian yang ibuk banggakan,

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini kalian telah menyelesaikan satu babak penting dalam perjalanan hidup. Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Ibuk berpesan, jagalah nama baik almamater SMAN 1 Sungayang di mana pun kalian berada. Jadilah pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan budi pekerti yang luhur. Rayakanlah kelulusan ini dengan rasa syukur dan cara-cara yang positif. Hindarilah aksi konvoi atau corat-coret yang tidak bermanfaat.

Selamat berjuang di masa depan. Doa kami selalu menyertai setiap langkah kalian untuk menggapai cita-cita."

— Kepala Sekolah SMAN 1 Sungayang

Ibuk. Desi Dahlan S.Pd, M.Pd



Ananda dapat mengunduh berkas pengumuman kelulusan di link berikut 

https://drive.google.com/file/d/1eX0OFSiyyQU4Un2pSmzGoqDukXqXO8h6/view?usp=drivesdk

Atau dapat menscane barcode ini








Alhamdulillah, pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Tahun Pelajaran 2025/2026 di sekolah kita telah selesai dilaksanakan dengan tertib dan lancar. Kegiatan yang menjadi penentu perjalanan akademik siswa kelas XII (atau kelas IX) ini berlangsung selama sepekan terakhir dengan suasana yang penuh konsentrasi.

Fokus dan Integritas

Sejak hari pertama, para siswa terlihat hadir lebih awal dengan semangat tinggi. Memasuki ruang ujian, suasana hening dan kondusif langsung menyelimuti, mencerminkan keseriusan mereka dalam menjawab setiap butir soal. Integritas tetap menjadi nilai utama yang dijunjung tinggi, di mana kejujuran menjadi landasan utama dalam meraih prestasi.

Dukungan Penuh dari Seluruh Pihak

Kelancaran agenda ini tentu tidak lepas dari kerja keras panitia pelaksana, pengawas ruang yang sigap, serta dukungan teknis yang memastikan seluruh perangkat (CBT/Kertas) berfungsi tanpa kendala berarti.

"Kami bangga melihat kedisiplinan para siswa. PSAJ bukan sekadar ujian akhir, tapi bukti kematangan mental dan intelektual mereka sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi," ujar Kepala Sekolah dalam tinjauannya pagi tadi.

Langkah Selanjutnya

Dengan berakhirnya PSAJ, satu tahapan besar telah terlewati. Kini, mari kita iringi perjuangan mereka dengan doa agar mendapatkan hasil yang terbaik dan memuaskan.

Terima kasih kepada orang tua siswa yang terus memberikan dukungan moral dari rumah, serta Bapak/Ibu guru yang telah membimbing hingga titik ini.


 



Dalam rangka menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan, OSIS ARKANASTRA SMAN 1 SUNGAYANG melaksanakan program amal berupa santunan serta buka puasa bersama dengan anak-anak yatim piatu di Sman 1 Sungayang
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa empati, serta berbagi kebahagiaan kepada sesama, khususnya kepada saudara-saudara kita , Kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat bantuan dari segala pihak baik itu dari Komite Sekolah, Keluarga Besar Smansayang beserta perantau dan donatur yang ikut berpartisapasi
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berbagi serta menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.


 




Dalam rangka menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan, OSIS ARKANASTRA SMAN 1 SUNGAYANG melaksanakan program amal berupa berbagi Sembako kepada Masyarakat sekitar lingkungan sekolah
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa empati, serta berbagi kebahagiaan kepada sesama, khususnya kepada saudara-saudara kita , Kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat bantuan dari segala pihak baik itu dari Komite Sekolah, Keluarga Besar Smansayang beserta perantau dan donatur yang ikut berpartisapasi
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berbagi serta menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

 





 Dalam rangka menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan, OSIS ARKANASTRA SMAN 1 SUNGAYANG melaksanakan program amal berupa berbagi takjil di nagari sungayang

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa empati, serta berbagi kebahagiaan kepada sesama, khususnya kepada saudara-saudara kita , Kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat bantuan dari segala pihak baik itu dari Komite Sekolah, Keluarga Besar Smansayang beserta perantau dan donatur yang ikut berpartisapasi
Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berbagi serta menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

 Kegiatan Pesantren Ramadhan SMAN 1 Sungayang diawali dengan tahsin yang dipimpin oleh Guru PAI Bpk. Yulhendri, S. Ag

dan dilanjutkan dengan tausiah oleh pemateri Ust. Andri
dengan tema "Meneladani Tokoh Tokoh Sumatera Barat".
Meneladani tokoh Sumatera Barat berarti mewarisi semangat nasionalisme, keberanian, dan kecerdasan intelektual mereka. Tokoh seperti Bung Hatta (ekonomi/integritas), Agus Salim (diplomasi), Tan Malaka (pemikiran radikal), Rasuna Said (emansipasi), dan Imam Bonjol (religiusitas) menjadi inspirasi dalam berjuang, berpendidikan, serta menjaga persatuan bangsa.
Tokoh-Tokoh Sumatera Barat dan Nilai Teladannya:
Meneladani tokoh Sumatera Barat berarti mewarisi semangat nasionalisme, keberanian, dan kecerdasan intelektual mereka. Tokoh seperti Bung Hatta (ekonomi/integritas), Agus Salim (diplomasi), Tan Malaka (pemikiran radikal), Rasuna Said (emansipasi), dan Imam Bonjol (religiusitas) menjadi inspirasi dalam berjuang, berpendidikan, serta menjaga persatuan bangsa
Mohammad Hatta: Sang Proklamator yang dikenal jujur, sederhana, disiplin, dan pemikir ekonomi kerakyatan.
Haji Agus Salim: Diplomat ulung yang cerdas, menguasai banyak bahasa, dan berpegang teguh pada prinsip.
Sutan Syahrir: Perdana Menteri pertama, sosok muda yang idealis dan arsitek politik modern.
Tan Malaka: Pemikir revolusioner dengan gagasan rasional (Madilog) untuk kemerdekaan.
Tuanku Imam Bonjol: Ulama pejuang yang gigih melawan penjajahan dengan landasan religiusitas tinggi.
Hj. Rangkayo Rasuna Said: Orator ulung yang memperjuangkan emansipasi wanita, patriotisme, dan keadilan.
Rahmah El-Yunusiyah: Pelopor pendidikan perempuan dengan mendirikan Diniyah Putri.
Syekh Sulaiman Ar-Rasuli: Ulama pejuang yang menjaga tradisi keislaman dan pendidikan.
Nilai-Nilai Keteladanan untuk Diaplikasikan:
Nasionalisme Tinggi: Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Keberanian: Berani membela kebenaran dan keadilan, tidak takut menghadapi tantangan.
Intelektualitas: Semangat belajar dan berpendidikan tinggi untuk memajukan bangsa.
Integritas & Sederhana: Hidup jujur dan tidak korupsi.
Persatuan: Menjaga kebersamaan, seperti halnya kaum Adat dan Padri yang bersatu melawan penjajah.
Melalui kisah mereka, generasi muda diajak untuk bekerja keras, ulet, dan berkontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.





Kegiatan Pesantren Ramadhan SMAN 1 Sungayang diawali dengan tahsin yang dipimpin oleh Guru PAI Bpk. Yulhendri, S. Ag
dan dilanjutkan dengan tausiah oleh pemateri Bpk. DR. Suyono
dengan tema "Membumikan Al-Quran dengan Metode Kekasih" Membumikan Al-Qur'an dengan metode kekasih (mahabbah) adalah pendekatan berbasis cinta untuk menjadikan ayat-ayat suci sebagai panduan hidup sehari-hari, bukan sekadar bacaan ritual. Metode ini menekankan ikatan emosional, kerinduan, dan pengamalan tulus (bukan paksaan) yang tumbuh dari keikhlasan, sering berinteraksi (membaca/mentadabburi), serta meneladani Rasulullah ï·º.
Berikut adalah poin-poin penting dalam membumikan Al-Qur'an dengan metode kekasih:
Menumbuhkan Rasa Cinta (Mahabbah): Memulai dengan niat tulus (ikhlash) dan keinginan kuat untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Intensitas Interaksi (Membaca & Mentadabburi): Meluangkan waktu khusus, bukan sekadar mencari waktu luang. Mengabaikan maksiat agar hati bersih dan betah berlama-lama dengan Al-Qur'an.
Memahami Keutamaan: Mempelajari janji-janji Allah (balasan) akan membuat seseorang mencintai Al-Qur'an.
Mengamalkan sebagai Bukti Cinta: Mengaktualisasikan nilai-nilai Qur'ani dalam kehidupan nyata (membumikan).
Lingkungan yang Mendukung: Membangun lingkungan (komunitas/keluarga) yang juga mencintai Al-Qur'an.
Dengan memandang Al-Qur'an sebagai "kekasih" atau petunjuk dari Allah yang paling dicintai, seseorang akan merasa butuh dan rindu untuk terus berinteraksi dengannya.


 






Kegiatan Pesantren Ramadhan SMAN 1 Sungayang diawali dengan tahsin yang dipimpin oleh Guru PAI Bpk. Yulhendri, S. Ag
dan dilanjutkan dengan tausiah oleh pemateri Bpk. Yondrizon, M.A
Penyelenggaraan jenazah dalam Islam hukumnya fardu kifayah, meliputi empat kewajiban utama: memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan memakamkan. Proses ini bertujuan menyucikan dan menghormati jenazah, dilakukan dengan menutup aurat, menjaga martabat, menggunakan kain kafan bersih, serta mendoakan ampunan melalui salat jenazah.
Berikut tata cara penyelenggaraan jenazah secara detail:
Memandikan Jenazah:
Dilakukan oleh sesama jenis (kecuali suami-istri).
Tubuh dibersihkan dengan air mengalir, sabun, atau kapur barus.
Aurat wajib tertutup sepanjang proses.
Membersihkan kotoran dari tubuh jenazah.
Mengkafani Jenazah:
Laki-laki disunahkan menggunakan tiga lapis kain putih.
Perempuan disunahkan menggunakan lima lapis kain (selendang, pakaian dalam, kain basah, dua kain penutup).
Kain kafan dililitkan rapi dan diikat dengan lembut.
Menyalatkan Jenazah:
Dilakukan dengan empat takbir tanpa ruku' dan sujud.
Posisi imam di dekat kepala (laki-laki) atau pinggang (perempuan).
Urutan takbir: Niat & Al-Fatihah (1), Shalawat Nabi (2), Doa untuk Jenazah (3), Doa untuk kaum muslimin/keluarga (4).
Memakamkan Jenazah:
Jenazah dimasukkan ke liang lahad dengan posisi miring ke kanan menghadap kiblat.
Tali pengikat kafan dilepas.
Jenazah ditutup tanah dan didoakan.
Penting: Jika jenazah meninggal karena wabah, prosedur kebersihan (universal precaution) seperti penggunaan APD dan kantong jenazah harus diperhatikan.


 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget