Kegiatan Pesantren Ramadhan SMAN 1 Sungayang diawali dengan tahsin yang dipimpin oleh Guru PAI Bpk. Yulhendri, S. Ag
dan dilanjutkan dengan tausiah oleh pemateri Bpk. DR. Suyono
dengan tema "Membumikan Al-Quran dengan Metode Kekasih" Membumikan Al-Qur'an dengan metode kekasih (mahabbah) adalah pendekatan berbasis cinta untuk menjadikan ayat-ayat suci sebagai panduan hidup sehari-hari, bukan sekadar bacaan ritual. Metode ini menekankan ikatan emosional, kerinduan, dan pengamalan tulus (bukan paksaan) yang tumbuh dari keikhlasan, sering berinteraksi (membaca/mentadabburi), serta meneladani Rasulullah ï·º.
Berikut adalah poin-poin penting dalam membumikan Al-Qur'an dengan metode kekasih:
Menumbuhkan Rasa Cinta (Mahabbah): Memulai dengan niat tulus (ikhlash) dan keinginan kuat untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Intensitas Interaksi (Membaca & Mentadabburi): Meluangkan waktu khusus, bukan sekadar mencari waktu luang. Mengabaikan maksiat agar hati bersih dan betah berlama-lama dengan Al-Qur'an.
Memahami Keutamaan: Mempelajari janji-janji Allah (balasan) akan membuat seseorang mencintai Al-Qur'an.
Mengamalkan sebagai Bukti Cinta: Mengaktualisasikan nilai-nilai Qur'ani dalam kehidupan nyata (membumikan).
Lingkungan yang Mendukung: Membangun lingkungan (komunitas/keluarga) yang juga mencintai Al-Qur'an.
Dengan memandang Al-Qur'an sebagai "kekasih" atau petunjuk dari Allah yang paling dicintai, seseorang akan merasa butuh dan rindu untuk terus berinteraksi dengannya.






Posting Komentar